Memilih Storage Engine MySQL yang Tepat

Daftar dan tonton webinar Dewatalks

Ketika membangun sebuah server, kamu perlu melakukan instalasi MySQL sebagai tempat menyimpan data di database. Namun saat melakukan instalasi, kamu perlu memilih storage engine atau mesin penyimpanan yang akan digunakan, pada artikel kali ini kamu akan mengetahui cara memilih storage engine MySQL yang tepat.

Storage Engine

Jika kamu belum tahu, storage engine adalah software module management system yang digunakan untuk membuat, membaca, dan memperbarui data dari database. Sederhananya adalah tempat menyimpan data server. Ada dua tipe storage engine di MySQL, yaitu Transactional dan Non-Transactional. Selain itu, ada beberapa jenis lainnya yang bisa kamu gunakan:

  • InnoDB
  • MyISAM
  • Memory
  • CSV
  • Merge
  • Archive
  • Blackhole
  • Federated

Masih ada banyak lagi yang lain, tapi yang sangat populer saat ini adalah InnoDB dan MyISAM. Keduanya patut kamu pertimbangkan saat memilih storage engine, karena masing-masing memiliki fungsi yang berbeda. Pada MySQL versi 5.5 ke atas, mesin penyimpanan default-nya adalah InnoDB.

InnoDB

InnoDB menjadi salah satu produk Oracle Corporation setelah Oracle mengakuisisinya. InnoDB Storage Engine lebih luas digunakan untuk proses transaksi (transactional), karena mendukung row-level locking, crash recovery dan multi-version concurrency control

Storage engine yang satu ini juga menjadi salah satu engine yang menyediakan foreign key yang lebih cocok digunakan ketika kamu lebih memprioritaskan integritas data.

Kelebihan InnoDB

  • Mendukung integritas data karena adanya foreign key dan constraints.
  • Memiliki fitur recovery sendiri.
  • Proses insert dan update data lebih cepat.
  • Mendukung row-level-locking.
  • Mendukung adanya transaksi antartabel.

Kekurangan InnoDB

  • Full Text Search tidak tersedia pada storage engine InnoDB.
  • Resource yang dibutuhkan lebih besar.

MyISAM

MyISAM adalah storage engine orisinal sejak awal, termasuk storage engine tercepat, tapi tidak mendukung proses transaksi (transactions). Storage engine ini juga termasuk yang sederhana, stabil, dan mudah digunakan. MyISAM juga menyediakan table-level locking, lebih banyak digunakan web dan data warehousing.

Jadi, jika kamu ingin menyimpan data yang sederhana dan tidak terlalu rumit, kamu bisa menggunakan tipe storage engine ini. Kalau kamu memilih MyISAM, maka secara otomatis MySQL akan menentukan salah satu dari tiga jenis tabel pada MyISAM:

  1. MyISAM Static
    Tipe ini digunakan ketika seluruh kolom dan tabel yang didefinisikan dengan ukuran yang tetap (fixed). Maka tidak ada kolom seperti tipe data VARCHAR, TEXT, atau BLOB, karena sifatnya fixed alias statis.
  2. MyISAM Dynamic
    Tipe ini digunakan ketika seluruh kolom dan tabel yang didefinisikan dengan dynamic (terus berubah). Tipe data VARCHAR adalah salah satu yang dinamis, karena sifatnya efektif pada ukuran data (file) yang menyesuaikan isi dari masing-masing kolom (field).
  3. MyISAM Compressed
    Kedua tipe MyISAM yaitu static dan dynamic dapat dikompresi menjadi satu tipe, yaitu MyISAM Compressed dengan menggunakan perintah myisamchk. Tabel yang sudah terkompresi tidak dapat dikenakan opsi operasi seperti INSERT, UPDATE, dan DELETE.

Kelebihan MyISAM

  • Sederhana dan tidak terlalu rumit.
  • Terdapat fitur Full Text Search

Kekurangan MyISAM

  • Tidak mendukung proses transaksi atau transaction.
  • Proses insert dan update data lebih lambat dari InnoDB.

The Data Directory

Data Directory adalah lokasi di mana data MySQL berada, dengan directory ini setiap database memiliki folder sendiri.

My ISAM:

  • .MYD file: Menyimpan data aktual dari tabel.
  • .MYI file: Menyimpan data tabel indeks (jika ada).

InnoDB:

  • .ibd file: Menyimpan tabel data dan indexes. 
  • Ibdata1 and ib_logfile0/1 file: Menyimpan pada data directory root. Mengandung informasi sistem, tabel metadata, dan komponen lainnya.
  • .frm file: dikenal dengan format file, mengandung struktural dan informasi identifikasi pada tabel.
  • Db.opt file : terdapat pada folder database untuk menyimpan konfigurasi database seperti character sets.

Simpulan

Jadi, apakah kamu sudah menentukan storage engine mana yang cocok untuk kebutuhan website-mu? Mudahnya:

  1. Jika ada proses transaksi di dalam kebutuhan website, lebih baik kamu memilih InnoDB.
  2. Jika tidak ada proses transaksi di dalam kebutuhan website dan data cenderung tidak rumit, maka disarankan pilih MyISAM.

Sebagai salah satu penyedia cloud hosting terbaik di Indonesia, Dewaweb ingin selalu menjadi partnermu dalam mengembangkan bisnis online. Oleh karena itu, kamu selalu bisa menikmati diskon dari Dewaweb yang bisa kamu dapatkan dengan mengunjungi promo.dewaweb.com. Apakah kamu sudah siap untuk meraih sukses online bersama Dewaweb?

Baca:  Pengertian Proxy Server Dan 7 Hal Yang Bisa Anda Pelajari

Jangan sungkan untuk meninggalkan ide-ide topik yang ingin kamu baca di blog Dewaweb, ya. Semoga artikel ini membantu!

Daftar dan tonton webinar Dewatalks

The post Memilih Storage Engine MySQL yang Tepat appeared first on Blog Dewaweb.